Semesta Dalam Ruang Hening v1.6

Fotografi • Oleh GHAFIRA ANINDYA PASHA • 2024 RPL • Angkatan 2024
5.0 dari 2 rating
25x dilihat
Bagikan:

Link ke konten:

Sumber Konten

Deskripsi

Di tengah heningnya malam, Bulan menjadi salah satu benda langit yang paling mudah dikenali dari Bumi. Bentuknya yang tampak berubah dari waktu ke waktu disebut fase Bulan, mulai dari bulan baru, sabit, perbani, cembung, hingga purnama. Perubahan tersebut terjadi karena posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari terus berubah saat Bulan mengorbit Bumi. Cahaya yang kita lihat bukan berasal dari Bulan sendiri, melainkan pantulan cahaya Matahari pada permukaannya. Di balik cahaya lembutnya, permukaan Bulan menyimpan banyak kawah dan bentang alam yang terbentuk akibat tumbukan benda-benda langit selama miliaran tahun. Karena Bulan hampir tidak memiliki atmosfer seperti Bumi, jejak-jejak tumbukan tersebut dapat bertahan sangat lama. Maka, ketika kita memandang Bulan di ruang malam yang hening, yang terlihat bukan hanya sebuah cahaya di langit, tetapi juga sebuah satelit alami yang terus menemani perjalanan Bumi mengelilingi Matahari.

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar.